Mengajarkan anak untuk bisa mandiri dan bertanggung jawab sejak dari remaja bukan hal yang buruk, Bunda. Dengan penanaman pentingnya untuk sadar akan finansial sejak dini, akan memunculkan pemikiran menghargai uang. Ada beberapa cara yang dapat dipilih untuk memberi tanggung jawab tersebut, Bun. Salah satunya adalah menjadikan mereka sebagai pemegang kartu tambahan, salah satunya melalui pengajuan kartu kredit BCA tambahan untuk keluarga juga sudah mudah.

Mengajukan kartu kredit tambahan untuk anak juga memiliki pro kontra, Bun. Karena memang mereka memiliki kewenangan sendiri untuk menggunakannya, baik untuk transaksi online ataupun transaksi offline. Sekarang, yuk, kita bahas pro kontra ini dari segi pemegang kartu utama.

Sebagai tambahan informasi, untuk mengajukan kartu tambahan, Bunda harus sudah memiliki kartu kredit sebagai kartu utama, ya. Boleh Bunda, boleh juga Ayahanda.

Pro Memberi Kartu Kredit untuk Anak:

  1. Anak Dapat Lebih Bertanggung Jawab

Anak dapat berlatih untuk bertanggung jawab dengan keuangan dan pengeluarannya setiap bulan. Misal, Bunda juga bisa menerapkan peraturan bahwa si Adek harus membayar tagihannya sendiri dari uang bulanan. Atau membatasi limit kartu kreditnya sesuai dengan keuangan anak.

Bunda bisa tetap menalangi terlebih dahulu tagihan si Adek. Karena Bunda pun tetap memiliki kewenangan untuk membayarkan kartu tambahan. Tapi, melalui rekening anak, tetap bisa melalukan pembayaran tersebut, Bun. Prinsip kartu kredit adalah dapat dibayarkan dari rekening siapapun, asalkan benar memasukkan nomor kartu kreditnya, gitu, Bun.

  1. Bunda Dapat Memantau Pengeluaran Anak

Bunda juga tidak perlu khawatir lagi mengkroscek pengeluaran apa saja yang terjadi dalam setiap bulannya. Karena billing tagihan tetap akan sampai ke pemegang kartu utama dan dapat melihat rincian lengkapnya di sana. Nah, jika memang dirasa ada pengeluaran yang tidak semestinya, Bunda dapat langsung menegur si Adek, bukan.

  1. Bunda Dapat Mengontrol Pemakaian Anak

Jika memang pemakaian dirasa sudah terlalu berlebihan, Bunda tetap dapat menutup paksa kartu tambahan melalui perbankan terkait. Ini tanpa persetujuan dari si anak, Bun. Jadi, tidak perlu khawatir di awal. Kalau memang khawatir, coba pegangi kartu kredit dengan limit kecil dulu, Bun.

Baca Juga : Belanja Bulanan Tanpa Tekor, Pakai Cara Ini!

Kontra Memberi Kartu Kredit untuk Anak:

  1. Pengeluaran Anak Tidak Terkendali

Untuk beberapa kasus, terkadang terjadi penyalahgunaan pemakaian, sehingga anak tidak dapat mengendalikan pengeluarannya. Misal, untuk pembelian diamond di suatu game online yang akhirnya berunjung tagihan yang tidak kunjung usai. Atau pembelanjaan yang tidak semestinya. Tapi, kembali, Bunda tetap bisa mengendalikannya dengan menutup kartu kredit sewaktu-waktu, kok.

  1. Tidak Memahami Ketentuan ‘Berlangganan’ di Transaksi Online

Pernah beberapa kali ditemui bahwa anak yang menggunakan kartu kredit tidak memahami ketentuan berlangganan di transaksi online. Misal, ketika sekali melakukan transaksi, secara otomatis akan langsung terverifikasi sebagai langganan, dan tidak tahu cara unsubscribe. Ini sering terjadi, Bun, misal di fitur itunes atau game online. Jadi, mohon sekali untuk memberikan literasi yang baik untuk anak dalam melakukan transaksi online.

Nah, itu tadi dari pro dan kontra terkait kartu tambahan untuk anak. Ini anggap saja si anak masih di usia SMA atau kuliah, ya, sebab pemberian kartu kredit tambahan baru bisa digunakan untuk anak dengan minimal usia 17 tahun. Gimana, Bun, tertarik memberikan kartu tambahan untuk si Adek? Yuk, Bunda sudah punya kartu kredit BCA jenis apa, nih? Coba cek pilihan kartu kredit lainnya di sini, ya, Bun : https://www.cekaja.com/kartu-kredit.