Keguguran umumnya disebabkan oleh kelainan genetik pada janin. Meski demikian, bukan berarti keguguran tidak disebabkan oleh hal lainnya. Bila Anda baru saja mengalami keguguran, segera hubungi dokter kandungan untuk mengetahui penyebab utamanya dan memahami perencanaan kehamilan yang lebih baik. Jika mungkin, Anda masih bisa mengharapkan program kehamilan setelah kondisi tubuh siap.

Dalam hal ini, menjaga kesehatan fisik dan mental sangat perlu. Anda pun juga sangat disarankan mengkonsumsi makanan yang sehat dan meminum nutrisi tambahan seperti prenagen misalnya. Anda bisa memahami pengertian keguguran dan penyebabnya di artikel yang akan kami bahas kali ini. 

Prenagen
Prenagen

Pengertian Keguguran

Menurut Mayo Clinic, keguguran adalah berhentinya kehamilan secara spontan di usia kehamilan sebelum 20 minggu. Keguguran ini disebabkan oleh keadaan janin yang tidak berkembang dengan normal. Wanita yang mengalami keguguran membutuhkan penyembuhan fisik dan mental karena kehilangan calon bayi. Di samping itu, pemahaman faktor penyebab keguguran dan perawatannya sangat diperlukan. 

Seperti Apakah Gejala Keguguran Itu?

Tanda-tanda keguguran dimulai dengan munculnya gejala seperti flek, pendarahan, sakit perut hebat (kram perut) di area abdomen atau punggung belakang bagian bawah, serta keluarnya cairan atau jaringan melalui vagina. Apabila Anda menemukan jaringan keluar dari vagina, jangan dibuang! Tempatkan di kontainer yang bersih kemudian bawa ke rumah sakit untuk segera dianalisa. 

Apa Penyebab Keguguran?

Ada beberapa macam penyebab keguguran. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan. Sejumlah penyebab keguguran antara lain:

Gen atau Kromosom Yang Abnormal – Dilansir dari Mayoclinic, 50% kasus keguguran berhubungan dengan kromosom yang tidak normal. Hal ini terjadi karena kesalahan saat pembelahan dan pertumbuhan embrio. Selain itu, kromosom abnormal ini menyebabkan masalah lain seperti:

Kematian janin (intrauterine fetal demise) – Kondisi dimana embrio berhenti berkembang dan tumbuh, kemudian mati sebelum gejala kehamilan muncul. 

Molar pregnancy dan partial molar pregnancy – Kedua kromosom muncul dari sang ayah dikenal dengan istilah molar pregnancy, sementara partial molar pregnancy berhubungan dengan pertumbuhan plasenta yang tidak normal. 

Kondisi kesehatan – Keguguran juga dipengaruhi oleh kesehatan sang ibu, misalnya dikarenakan penyakit diabetes, hormon tidak seimbang, masalah serviks, penyakit tiroid hingga infeksi. 

Siapa Saja Yang Memiliki Resiko Tinggi Keguguran?

Selain dikarenakan faktor genetik, sejumlah faktor lain juga meningkatkan resiko keguguran, misalnya:

Faktor usia – Wanita yang berusia di atas 35 tahun mengalami resiko keguguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita di bawah 35 tahun. Seiring bertambahnya usia resiko keguguran juga akan semakin bertambah. 

Kesehatan – Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, wanita dengan penyakit kronis lebih berpeluang mengalami keguguran. 

Masalah serviks atau rahim – Abnormalitas pada rahim atau jaringan serviks yang lemah meningkatkan resiko keguguran. 

Berat badan – Baik itu terlalu kurus atau terlalu gemuk, dua hal ini sering berhubungan dengan kasus keguguran. Jadi, pastikan Anda menjaga berat badan Anda.

Bagaimana Cara Menurunkan Resiko Keguguran?

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk menurunkan resiko keguguran, misalnya:

  • Minum asam folat setidaknya 400 mg setiap hari. Sangat disarankan sebelum Anda mengalami kehamilan. 
  • Rajin berolahraga, makan makanan yang sehat serta menjaga berat badan.
  • Tidak merokok, minum alkohol dan mengurangi kafein maksimal 2 cangkir sehari. 
  • Melakukan imunisasi 
  • Menghindari radiasi dan sumber racun seperti zat arsenik, benzena dsb. 
  • Selalu berkonsultasi dengan dokter dan rajin melakukan check-up.

Dalam beberapa kasus, keguguran memang sulit dihindari. Namun tidak ada salahnya bila Anda meminimalisir resikonya dengan menerapkan pola hidup sehat.